dulu ada kisah kita,
kisah yang pernah hadirkan bahagia,
mana mungkin aku terlupa,
mana mungkin aku terleka,
tika hadirmu membawa gembira...
dulu ada kisah kita,
kisah yang tersemai dijiwa,
tika itu indah semua,
tika itu terasa nikmat dunia,
namun tidak kekal lama...
dulu ada kisah kita,
hingga kini masih ku terasa,
bagaimana "ungkapan" itu membawa sengsara,
bagaimana musnah segala impian bersama,
dan aku hanya mampu meratapinya...
dulu ada kisah kita,
tapi itu dahulu sahaja,
memang pernah kita berjanji setia,
untuk hidup susah senang bersama,
tapi dirimu telah membuat keputusannya ...
dulu ada kisah kita,
namun ku harap dirimu terima,
hakikat tidak lagi bersama,
kerna aku sendiri terluka,
dengan sikap dan cara...
dulu ada kisah kita,
bukan tidak mahu beri peluang kedua,
namun kata JayJay "cukuplah sekali" saja,
kerna sekalu derita itu berjuta,
dan ku tak mampu derita kali kedua....
dulu ada kisah kita,
kenangan itu tak mungkin ku lupa,
telah ku maafkan setiap perkara,
telah ku buka buku baru sahaja,
namun tidak sesekali kembali menerima..
dulu ada kisah kita,
namun biarlah ia karam bersama masa,
biarlah ia pergi dibawa arus dunia,
kerna aku tidak sempurna,
dan kerna aku insan biasa...
Saturday, April 2, 2016
Tuhan Lindungilah Dia
Tuhan, lindungilah dia,
hanya itu saja yang ku pinta,
sebagai seorang rakannya,
aku ingin lihat dia gembira,
aku ingin lihat dia tertawa....
Tuhan, lindungilah dia,
aku ingin lihat dia bahagia,
dan sinar itu terpancar dimatanya,
dalam dirinya mengejar cita—cita,
dalam dirinya menggapai dunia...
Tuhan, lindungilah dia,
hanya itu saja mampu ku berdoa,
dalam melihat jalan yang dia puja,
aku harap dia bangun semula,
walau penuh ranjau menimpa...
Tuhan, lindungilah dia,
Kau kuatkan minda dan jiwanya,
Kau berilah dia semangat perwaja,
untuk menempuhi cabaran dunia,
yang berliku penuh pancaroba.....
hanya itu saja yang ku pinta,
sebagai seorang rakannya,
aku ingin lihat dia gembira,
aku ingin lihat dia tertawa....
Tuhan, lindungilah dia,
aku ingin lihat dia bahagia,
dan sinar itu terpancar dimatanya,
dalam dirinya mengejar cita—cita,
dalam dirinya menggapai dunia...
Tuhan, lindungilah dia,
hanya itu saja mampu ku berdoa,
dalam melihat jalan yang dia puja,
aku harap dia bangun semula,
walau penuh ranjau menimpa...
Tuhan, lindungilah dia,
Kau kuatkan minda dan jiwanya,
Kau berilah dia semangat perwaja,
untuk menempuhi cabaran dunia,
yang berliku penuh pancaroba.....
Thursday, March 3, 2016
Dari Mana
Dari mana pipit melayang,
kalau bukan di sawah padi,
dari mana lahirnya sayang,
kalau bukan dari hati....
dari mana lembu menyusu,
kalau bukan dari bondanya,
dari mana lahirnya rindu,
kalau bukan dari jiwa....
dari mana semut berlari,
kalau bukan dari pemburunya,
dari mana datangnya mimpi,
kalau bukan dari minda....
dari mana keluarnya gajah,
kalau bukan dari hutan,
dari mana datangnya resah,
kalau bukan dari perasaan...
dari mana monyet berpaut,
kalau bukan dari dahan,
dari mana kasih terpaut,
kalau bukan dari berkawan....
dari mana datangnya buaya,
kalau bukan dari lautan,
dari saat bertentang mata,
maka lahirnya rasa kerinduan....
kalau bukan di sawah padi,
dari mana lahirnya sayang,
kalau bukan dari hati....
dari mana lembu menyusu,
kalau bukan dari bondanya,
dari mana lahirnya rindu,
kalau bukan dari jiwa....
dari mana semut berlari,
kalau bukan dari pemburunya,
dari mana datangnya mimpi,
kalau bukan dari minda....
dari mana keluarnya gajah,
kalau bukan dari hutan,
dari mana datangnya resah,
kalau bukan dari perasaan...
dari mana monyet berpaut,
kalau bukan dari dahan,
dari mana kasih terpaut,
kalau bukan dari berkawan....
dari mana datangnya buaya,
kalau bukan dari lautan,
dari saat bertentang mata,
maka lahirnya rasa kerinduan....
Kenangan semalam
jatuh katak melihat gajah,
dalam lena timbulnya resah,
adat pertemuan ada berpisah,
tiada yang kekal hingga ke sudah...
dalam perigi ku lihat timba,
dalam sungai hadirnya buaya,
andai masih dipanjangkan usia,
seribu tahun berjumpa juga....
di malam hari ternampak bulan,
ditemani dgn bintang2 keindahan,
akan terus ku ingati kenangan,
walau masa berlalu zaman berzaman,
berjalan semut di hadapan pintu,
lalu mengetuk paku yang satu,
kali pertama kita bertemu,
kan terus menjadi mimpi indahku...
gelap malam tiada bercahaya,
sunyi betul tanpa suara,
hadirmu dulu membawa bahagia,
saat bersama tak akan dilupa...
walau jarak memisah kita,
walau kita jauh berbeza,
namun ketahuilah satu perkara,
dirimu sudah ku anggap keluarga...
dalam lena timbulnya resah,
adat pertemuan ada berpisah,
tiada yang kekal hingga ke sudah...
dalam perigi ku lihat timba,
dalam sungai hadirnya buaya,
andai masih dipanjangkan usia,
seribu tahun berjumpa juga....
di malam hari ternampak bulan,
ditemani dgn bintang2 keindahan,
akan terus ku ingati kenangan,
walau masa berlalu zaman berzaman,
berjalan semut di hadapan pintu,
lalu mengetuk paku yang satu,
kali pertama kita bertemu,
kan terus menjadi mimpi indahku...
gelap malam tiada bercahaya,
sunyi betul tanpa suara,
hadirmu dulu membawa bahagia,
saat bersama tak akan dilupa...
walau jarak memisah kita,
walau kita jauh berbeza,
namun ketahuilah satu perkara,
dirimu sudah ku anggap keluarga...
Wednesday, February 3, 2016
Biar Jasa Jadi Kenangan...
Biar jasa jadi kenangan,
Slogan kita zaman berzaman,
Walau ditimpa duri kehidupan,
Walau berubah pantai & lautan,
Slogan ini menjadi pegangan...
Biar jasa jadi kenangan,
Terima kasih MM atas sumbangan,
Terima kasih MM atas tindakan,
Terima kasih MM atas kejayaan,
Terima kasih memartabatkan pondok pengajian...
Biar jasa jadi kenangan,
Kepimpinan beliau menerusi tindakan,
Setiap gerak geri terus diperhatikan,
Senang didekati & murah senyuman,
Dirimu pemimpin aku banggakan...
Biar jasa jadi kenangan,
Namamu kan terpahat terus diingatan,
Jatuh & rebah; resam kehidupan,
Bangun semula terus perjuangkan,
Kembalilah memimpin di saf hadapan...
Wednesday, November 11, 2015
Disini Aku
Disini aku menyendiri
Menempuh onak ranjau berduri
Dalam keadaan yang tak pasti
Dengan apa yang terjadi
Pada semua atas duniawi
Disini aku cuba menyepi
Melihat dari tirai yang tersembunyi
Kekejaman yang silih berganti
Pembunuhan di sana sini
Dan ianya seperti tiada henti
Disini aku hanya mampu memerhati
Sedangkan saudara-saudaraku terus pergi
Satu demi satu jasad itu tersungkur layu ke bumi
Kerana cuba mempertahankan diri
Kerana cuba memperjuangkan hak ibu pertiwi
Disini aku hanya mampu meluahkan rasa hati
Kecewa dan sedih dengan apa yang terjadi
Namun hanya doa dariku mampu mengiringi
Perjuangan saudara-saudaraku membebaskan diri
Dari kecaman yang sekian lama terus menghantui
Menempuh onak ranjau berduri
Dalam keadaan yang tak pasti
Dengan apa yang terjadi
Pada semua atas duniawi
Disini aku cuba menyepi
Melihat dari tirai yang tersembunyi
Kekejaman yang silih berganti
Pembunuhan di sana sini
Dan ianya seperti tiada henti
Disini aku hanya mampu memerhati
Sedangkan saudara-saudaraku terus pergi
Satu demi satu jasad itu tersungkur layu ke bumi
Kerana cuba mempertahankan diri
Kerana cuba memperjuangkan hak ibu pertiwi
Disini aku hanya mampu meluahkan rasa hati
Kecewa dan sedih dengan apa yang terjadi
Namun hanya doa dariku mampu mengiringi
Perjuangan saudara-saudaraku membebaskan diri
Dari kecaman yang sekian lama terus menghantui
Thursday, October 15, 2015
Perjuangan Kamu
Kamu
Perjuangan ini dari dulu
Pegangan dari generasi lalu
Mana mungkin ianya tipu
Namun terpulang pada kepercayaanmu
Kamu
Kita berkongsi langit biru
Bersama melihat pencakar langit itu
Dalam meneruskan perjuangan generasi baru
Dan lahirnya anasir-anasir luar yang cemburu
Kamu
Perlu membangun dengan restu
Perlu berusaha untuk bersatu
Walau setiap serangan datangnya berliku
Janganlah segan untuk maju
Kamu
Walau rebahmu disitu
Walau luka itu belum membeku
Berusahalah untuk berdiri dulu
Sebelum melangkah beribu batu
Kamu
Dunia ini ada untukmu
Terokailah pelbagai ilmu
Dan sesungguhnya tidak kan jemu
Dalam mencari sesuatu yang baru
Perjuangan ini dari dulu
Pegangan dari generasi lalu
Mana mungkin ianya tipu
Namun terpulang pada kepercayaanmu
Kamu
Kita berkongsi langit biru
Bersama melihat pencakar langit itu
Dalam meneruskan perjuangan generasi baru
Dan lahirnya anasir-anasir luar yang cemburu
Kamu
Perlu membangun dengan restu
Perlu berusaha untuk bersatu
Walau setiap serangan datangnya berliku
Janganlah segan untuk maju
Kamu
Walau rebahmu disitu
Walau luka itu belum membeku
Berusahalah untuk berdiri dulu
Sebelum melangkah beribu batu
Kamu
Dunia ini ada untukmu
Terokailah pelbagai ilmu
Dan sesungguhnya tidak kan jemu
Dalam mencari sesuatu yang baru
Subscribe to:
Posts (Atom)
