Pages

Wednesday, October 25, 2023

Buat Kakak

 Buat akakku,


Jangan terus bersedih,

Walau ianya terasa pedih,

Ingatlah walau panas mana air itu mendidih,

Akan sejuk dan kembali ditagih...


Jangan terus menyerah,

Merasa ujian ini susah,

Terokai ilmu baru tak mudah,

Masing2 punya cabaran tak sudah...


Jangan sesekali susah dihati,

Kerna berdiri dibelakangmu wira wirawati,

Yang hadir punya tenaga dan keringat diri,

Hanya perlu ajaranmu hingga dinihari...


Jangan pernah kecewa,

Walau sudah hilang tenaga,

Kerahlah kami setakat mana yang ada,

Kerna kami disini perlu petunjuk dari yg lebih berusia...

Insan Belakang Tabir

Terima kasih kerna lalu,

Ia tetap tinggalkan bau,

Haruman yang kan ku rindu,

Harap kita kan kembali bertemu...


Kita tunaikan permintaan akakku,

Buat pantun sedikit dulu,

Maklumlah semua dah haru-biru,

Kelam kabut bila sampai seru...


Baru lepas JKKP menyeru,

Tetiba datang BOMBA mengetuk pintu,

Hujung minggu dah tak macam dulu,

Kerna sibuk dek Konvo sedang menunggu...


Ini kerja kita melatih generasi baru,

Agar pelapis nanti mampu jadi penghulu,

Agar senang hati lapang jiwamu,

Dapat mencipta dan meninggalkan sesuatu...


Ia getir dan berat dibahu,

Tapi itu jadi bukti kita mampu,

Melangkah terus demi satu matlamat di Qalbu,

Menjadikan kali ini lebih hebat dari dulu...


Maka buat semua di tiap penjuru,

Kukuhkan jati diri hingga habis peluru,

Kerna kita kan mencipta satu lagi memori baru,

Yang keindahannya tersemat dalam ingatanmu...


Nota: Selamat Berjuang buat semua rakan-rakan di belakang tabir...

Thursday, December 23, 2021

Aku yang Merindu

Telah aku temui,
Makna yang dicari,
Rahsia kasih yang tersembunyi,
Dalam cinta yang suci,
Dalam cinta yang murni...

Ibarat bumi dan langit,
Umpama sedap dan hangit,
Cuma ku mencari segala yang lazat,
Cuba ku menerima sebuah hakikat,
Menyusun kasih cinta abadi dan berkat...

Dengarlah rintihan jiwa ini,
Jauh cintamu ku rasa dekat sekali,
Bagai bulan yang sentiasa menerangi,
Bagai mentari yang sentiasa menyinari,
Hidup yang penuh ranjau berduri...

Ku terasa istimewa dalam mahligai cinta,
Ku merindu tiap riak wajah senyum tawa,
Yang pasti buatkan diri ini tak lena,
Saat terbayang wajahmu yang menjelma,
Di dalam mahligai cinta yang terbina...

Mahligai yang berada dijiwa,
Kebahagiaannya menembusi segala,
Kau pilihku bukan kerna harta dan rupa,
Namun kerna ikatan kasih dan cinta,
Dan aku tetap kan terus menjaga...

Aku rela ditakdir hilang harta duniawi,
Aku rela dihina, dipersenda dan dicaci,
Biar ada kata aku mengkhianati,
Biarpun diminta ganti nyawa ini,
Engkau tetap kan ku pertahan selagi dihela nafas ini...

Kasih, engkau amat istimewa buatku,
Terima kasih kerna membuka pintu,
Terima kasih kerna menerima siapa aku,
Terima kasih kerna bersama denganku,
Dalam meniti jalan yang penuh liku...

#akuyangmerindu
#rindumenatapmu 

Masih terus Melayan...

Ianya masih sama terus melayan,
Sesekali terasa juga di persimpangan,
Dalam memilih akan suatu jalan,
Kerna banyak yang ada di fikiran,
Andai kata jalan ini adalah pengakhiran...

Ianya masih sama terus melayan,
Meniti tiap detik perjalanan,
Mencari suatu makna dalam kehidupan,
Menyingkap jika ada di balik senyuman,
Namun pencarian itu masih diteruskan...

Ianya masih sama terus melayan,
Akan tiap liku dan ujian,
Akan tiap penat lelah keadaan,
Akan jatuh bangun tiada perhentian,
Kerna ku tahu akan ada kebahagiaan...

Ianya masih sama terus melayan,
Walau dalam suasana penuh kegelapan,
Walau dalam keadaan tiadanya ikatan,
Walau dalam sanubari terasa kesukaran,
Kerna ku harap akan keajaiban...

Ianya masih sama terus melayan,
Kerna perjalanan hidup ini tidak sendirian,
Kerna perjalanan ini ku punya rakan peneman,
Kerna tiap kejadian ku jadikan pengajaran,
Untuk ku terus melangkah mencari suatu keyakinan....

Hidup Mau Layan...

 Hidup mau layan,
Tiap dugaan dan ujian,
Bukan kerna kesusahan atau kepayahan,
Bukan kerna sesuatu kejayaan,
Tapi kerna kau hanyalah hamba Tuhan...

Hidup mau layan,
Tika kau minta diberi kesenangan,
Diberinya kau beberapa halangan,
Diberinya kau satu batu loncatan,
Agar kau bisa memilih haluan...

Hidup mau layan,
Kita atuq setiap perancangan,
Kita mengandaikan tiap cabaran,
Kita lalui penuh debaran,
Kerna Dia lebih hebat
 mengatur kehidupan...

Hidup mau layan,
Walau kadang terasa kesepian,
Walau kadang terasa dipinggiran,
Walau kadang terasa sendirian,
Terus melangkah mengatur kejayaan...

Hidup mau layan,
Usah diendah kata-kata dilemparkan,
Usah dikisah apa dibicarakan,
Usah difikir apakah ianya kebetulan atau perancangan,
Tapi layan sebagai seorang pejuang di medan...

Hidup mau layan,
Hingga ditarik nyawa di badan,
Hingga ke akhirnya titisan,
Hingga kita di pengakhiran,
Kerna kejayaan datang selepas cobaan...

Wednesday, November 10, 2021

Masih Disisi

Ramai yang akan pergi,
Ramai juga yang mendekati,
Terima kasih atas jasa dan budi,
Terima kasih kerna ada menemani,
Buatkan diri ini mampu berdiri...
 
Perjuangan ini tak pernah sendiri,
Kerna siapa aku tanpa kalian mengiringi,
Kerna siapa aku tanpa kalian mendampingi,
Hanya si lemah yang tak mampu mengharungi,
Ujian dan liku kehidupan ini...
 
Sentiasa ku ingatkan pada diri,
Aku ada teman menemani,
Aku tak pernah akan sendiri,
Kerna mereka sentiasa ada walau bukan disisi,
Tapi dengan Doa yang mereka iringi...
 
Sentiasa aku lafazkan pada hati,
Agar aku tidak lupa diri,
Agar aku tidak bangga dengan apa yang aku kecapi,
Kerna ianya hasil teman yang berkongsi rezeki,
Kerna ianya hasil tangan-tangan yang membantu dari dulu lagi...
 
Disini ku lafazkan buat teman disisi,
Terima kasih kerna terus kepercayaan diberi,
Terima kasih kerna terus menyokong diri,
Terima kasih kerna tidak sesekali patah hati,
Dengan diriku ini...

Wednesday, October 27, 2021

Saat Kamu Diuji

Saat kamu diuji,
Ertinya Dia memerhati,
Ertinya Dia mendengari,
Ertinya Dia mendekati,
Kamu hamba disayangi...

Saat kamu diuji,
Terasa perit luka ini,
Terasa pedih menusuk hati,
Terasa ingin membawa diri,
Ketahuilah Dia sentiasa menanti...

Saat kamu diuji,
Kamu tak pernah sendiri,
Kamu tak pernah dianaktiri,
Kamu tak pernah dibenci, 
Kerana ramai yang mendekati...

Saat kamu diuji,
Jatuh yang tak mampu lg berdiri,
Luka yang berdarah menusuk sanubari,
Kelam tanpa ada yang menerangi,
Namun dihujung ujian kan ada pelangi....

Saat kamu diuji,
Mungkin tiada yang mengerti,
Mungkin tiada yang cuba fahami,
Mungkin tiada yang hulurkan tangan memimpin kembali,
Tapi ada kiblat yang wajib dipatuhi...

Saat kamu diuji,
Tak usah dibanding kanan dan kiri,
Tak usah dilihat lebihnya itu dan ini,
Tak usah dikisah apa yang bukan dimiliki,
Syukuri nikmat yang abadi...